Sunday, 18 May 2014

Bulog Beli Beras Pulau Buru 529 Ton

Divisi Regional Perum bulog maluku hingga kini telah membeli beras dari petani asal pulau buru masa panen tahun 2014 sebanyak 529 ton.


"Pembelian dilakukan melalui dua saluran yakni dari unit usaha penggilingan padi milik bulog maluku yang ada di pulau buru sebanyak 499 ton dan dari Satgas yang ada di sana sebanyak 30 ton," kata Kabid Penyaluran bulog maluku Latif Malawat di Ambon, Jumat.


Dia menjelaskan, Bulog menargetkan pembelian tahun 2014 di pulau buru sedikitnya 3.000 ton yang akan dibeli dari petani guna pengadaan lokal.


"Jadi selama masa panen tahun 2014 Bulog sudah dua kali melakukan pembelian beras di sana yakni pada masa panen bulan Maret - April tercatat sebanyak 125 ton, kemudian bulan April-Mei sebanyak 504 ton," ujarnya.


Dia memperkirakan hingga Desember 2014 Bulog bisa mencapai target pembelian sebanyak 3.000 ton, bahkan dapat melebihi hingga 4.000 ton.


Latif mengatakan, Bulog sendiri punya ketentuan terutama harga beli dari petani, karena itu Bulog tidak bisa membeli beras di atas harga yang sudah ditentukan.


"Bulog diwajibkan membeli beras dari petani dengan harga Rp6.600/kg, sedangkan yang terjadi di pulau buru selama ini petani hanya mau menjual dengan harga Rp8.000/kg," katanya.


Dia menjelaskan, realisasi terlaksananya pembelian beras lokal baru dilakukan di pulau buru dan sekarang ini ada informasi di Pulasu Seram.


"Karena itu hari Senin (19/5) dirinya bersama Kepala Seksi Pengadaan akan mengunjungi sawa yang ada di Pulau Seram terutama di Desa Pasahari, Kecamatan Wahai, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) untuk melihat dari dekat hasil panen padi yang ada di daerah itu," katanya.


Apabila ada hasilnya sesuai dengan laporan camat setempat maka bulog maluku akan membeli walaupun hanya untuk konsumsi Kecamatan Seram Utara.


"Ada surat dari Camat pasahari yang masuk ke Bulog bahwa sudah memasuki masa panen dan bisa diserap oleh bulog maluku, jadi tinggal kami kesana saja untuk melihat dari dekat, dan kalau ada dan penetapan harganya setuju maka langsung beli," ujarnya.


Yang jelas kami harus kesana, lanjutnya, guna melihat apa sesuai dengan persyaratan Bulog atau tidak, sebab laporan camat itu cukup besar, namun tidak merinci bisa mencapai berapa ton hasil panen.


"Kami tidak mau terulang yang kedua kali lagi sebab beberapa tahun lalu mereka juga melaporkan ada beras di daerah itu, namun ternyata setelah turun kesana ternyata tidak ada beras," ujarnya.(ant/vaa)

No comments:

Post a Comment