Thursday, 31 January 2013

Maksimalkan Peternakan Ayam, Aceh Butuh Ketersediaan Jagung

Provinsi Aceh membutuhkan ketersediaan jagung yang cukup untuk memaksimalkan peternakan ayam dalam upaya mengurangi kebutuhan telur yang selama ini dipasok dari Sumatera Utara.

"Salah satu upaya memangkas pasokan telur dari Sumut adalah dengan ketersediaan pakan yakni dengan bahan baku utama jagung," kata salah seorang pengusaha ternak di kawasan Kabupaten Aceh Besar Husaini Ismail di Banda Aceh, Kamis.

Dijelaskannya, hampir 55 persen bahan baku pakan ternak merupakan dari jagung, sehingga kehadiran tanaman jagung akan memangkas biaya produksi yang tinggi, karena pakan dipasok dari provinsi tetangga.

Husaini menyebutkan dengan 125 ribu ekor ayam petelur yang ada di kawasan Kabupaten Aceh Besar dan Banda Aceh membutuhkan sebanyak 2.000 ton jagung dengan produksi pertahun sekitar 3,5 ton/hektare.

"Artinya, untuk memenuhi pakan ternak yang ada saat ini butuh sekitar 500 sampai 600 hektare lahan jagung di Aceh," katanya.

Ia mengatakan dengan hadirnya petani jagung nantinya juga akan mampu menurunkan biaya produksi yang saat ini cukup tinggi karena masih berharap pasokan dari provinsi tetangga.

Husaini menambahkan, kebutuhan telur untuk Aceh saat ini sekitar satu juta butir/hari dengan asumsi 25 persen dari peternak yang ada di provinsi ujung paling barat Indonesia itu dan 75 persen dari Sumut.

Karena itu, kata dia, pihaknya berharap Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota lebih fokus untuk penanaman jagung dan menghadirkan investor pengolah pakan ternak.

"Kami yakin ketergantungan dari Sumut akan hilang seiring hadirnya industri pakan dan tumbuhnya usaha peternakan di Aceh," kata Husaini yang kini memiliki ayam petelur sekitar dua ribu ekor tersebut.

Ia juga menambahkan untuk memaksimalkan usaha peternakan ayam seorang pengusaha harus memperhatikan seperti kebersihan kandang, pembibitan, vaksin dan pemberian pakan cukup serta disiplin.

"Kami yakin dengan pola ini dan sikap ketekunan seorang peternak akan mampu mendulang kesuksesan di masa mendatang," demikian Husaini. (ant/as)

No comments:

Post a Comment