Thursday, 31 January 2013

Investor Jepang Bangun Perkebunan Jarak di Sulteng

PT. Bio Greenland, sebuah perusahaan bio energi dari Jepang berinvestasi di bidang perkebunan jarak" href="http://www.ciputranews.com">perkebunan jarak kepyar di sulawesi tengah dengan menggandeng perusahaan lokal daerah itu.

President Directur Bio Greenland Takayasu Okamoto bersama Directur Plantation Bio Greenland Yasunobu Kaneko, Kamis siang mengunjungi langsung sejumlah perkebunan jarak kepyar yang sudah ditanami di sejumlah daerah kabupaten seperti Sigi dan Parigi Moutong.

Yasunobu bersama rombongan juga melakukan sosialisasi kepada sejumlah petani yang sudah bergerak di sektor perkebunan jarak" href="http://www.ciputranews.com">perkebunan jarak kepyar tersebut.

Bio Greenland menggandeng CV. Bulu Karama Membanguan untuk menjadi mitra bisnis biji jarak kepyar tersebut.

Yasunobu Kaneko bersama rombongan mengunjungi kantor pusat pemasangan dan pemasaran Bulu Karama Membangun di Kabupaten Sigi. Kedua pimpinan perusahaan tersebut sekaligus mematangkan rencana pengembangan bisnis biji jarak kepyar tersebut.

Direktur Utama Bulu Karama Membangun Joutje J.M Uloli di Palu mengatakan pengembangan perkebunan jarak" href="http://www.ciputranews.com">perkebunan jarak tersebut ditargetkan sebanyak 1.500 hektare tersebar di sejumlah kabupaten di sulawesi tengah.

Saat ini sudah terdapat 11 ribu hektare calon petani calon lahan (CPCL), 10 ribu hektare diantaranya sudah ditanami.

Joutje mengatakan perusahaannya menggandeng petani dengan sistem plasma sehingga kedua belah pihak saling mengutungkan.

"Kami yang menyediakan bibit, sementara petani menyediakan lahan. Kami juga yang akan membeli sesuai kontrak yang sudah kami sepakati," kata Joutje.

Sejumlah daerah yang sudah menanam adalah Sigi, Parigi Moutong, Tojo Unauna dan Kabupaten Poso.

"Kami memang belum mau membuka bisnis ini ke publik sebelum pimpinan perusahaan dari Jepang berkunjung ke Sulteng melihat langsung kondisi yang ada," katanya.

Joutje mengatakan dirinya berani bermitra dengan petani lokal karena perusahaan mitra bisnisnya sudah dipastikan menjadi pembeli biji jarak tersebut dan memiliki pabrik pengolahan di Indonesia.

Dia mengatakan diperkirakan dua hingga tiga bulan mendatang sebagian dari perkebunan jarak" href="http://www.ciputranews.com">perkebunan jarak kepyar tersebut akan dipanen.

"Tojo Unauna itu sudah siap panen 40 hektare dan sebagian di wilayah Napu, Poso juga sudah siap panen," katanya.

Satu hektare bisa menghasilkan biji jarak sebanyak lima ton.

Saat ini sebagian petani baru memanfaatkan lahan tumpang sari namun sebagian besar sudah monokultur.

Joutje mengatakan untuk tahap awal Bulu Karama Membangun akan mengirim biji jarak kepyar tersebut ke Nusa Tenggara Barat karena Bio Greenland baru membangun pabrik pengolahan di daerah itu.

"Untuk sementara perusahaan baru membangun pergudangan di Palu," katanya.

Sementara itu Yasunobu Kaneko mengatakan jika prospek biji jarak kepyar tersebut bagus dirinya akan membangun pabrik olahan di daerah ini.

Biji jarak kepyar sendiri merupakan bahan baku kosmestik dan minyak pelumas. (ant/as)

No comments:

Post a Comment